Mahasiswa Akuntansi Unisri Diharapkan Mewarisi Semangat Juang Pahlawan Slamet Riyadi

Mahasiswa Akuntansi Unisri Diharapkan Mewarisi Semangat Juang Pahlawan Slamet Riyadi
Loading...

Solo – Untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi belajar agar kuliah bisa lulus tepat waktu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPSA) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan
diskusi ” Metode Pembelajaran Akuntansi Yang Efektif Dalam Peningkatan Kompetensi Mahasiswa “, Selasa siang (8/10-2019), bertempat di Gedung H, Unisri, Surakarta.

Ketua panitia pelaksana, Wahyu Bangun Setyadi, menjelaskan diskusi diikuti 130 mahasiswa akuntansi semester satu. Menampilkan pembicara Avitsah Mada Fasi Putri, mahasiswa akuntansi semester 7 dan Direktur Amalia Consulting, Drs. Suharno, MM, Akuntan.

Kegiatan diskusi dibuka, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Unisri, Dr. Aris Eddy Sarwono, MSi, Ak. Dalam sambutannya menyambut baik kegiatan HMPSA, karena sangat mendukung kegiatan akademik, khususnya dalam proses pembelajaran.

” Perkembangan ilmu akuntansi ibarat deret hitung. Sedangkan praktek akuntansi seperti deret ukur. Akibatnya ilmu akuntansi tertinggal. Tidak bisa secepat praktek di lapangan ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris Eddy Sarwono, memaparkan, untuk mengurangi kesenjangan tersebut, metode pembelajaran harus dimodifikasi, agar menarik. Tidak tertinggal perkembangan zaman, sehingga mahasiswa dan dosen terpacu mempelajari akuntansi yang sesuai dengan perkembangan era industri 4.0.

Pembicara pertama, Avitsah Mada Fasi Putri, berbagi pengalaman tip belajar akuntansi yang mudah dan menyenangkan.

” Latar belakang saya IPA. Awalnya tidak paham akuntansi. Tetapi saya tanamkan rasa senang dan ingin belajar dengan sungguh-sungguh, akhirnya saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik ” paparnya.

Pembicara kedua, Suharno, berbagi resep metode belajar akuntansi dengan efektif.

” Kita harus mengenali lebih dulu gaya belajar. Setiap orang punya kecenderungan gaya belajar yang berbeda. Bila kita sudah mengenali, belajarlah dengan gaya yang cocok dengan diri kita ” ungkapnya.

Ada empat gaya belajar. Visual, Auditori, Kinestetik dan Digital. Untuk mengetahui kecenderungan tersebut, Suharno, melakukan simulasi assesment gaya belajar yang diakeses di gadget peserta.

Diakhir sesi akhir, Suharno, mengajak para mahasiswa Unisri, mewarisi 9 nilai kejuangan pahlawan Slamet Riyadi, yaitu disiplin, jujur, berani, pantang menyerah, mementingkan kepentingan yang lebih besar, ikhlas, cermat, kerjasama dan percaya diri.

” Bila sembilan nilai kejuangan ini diterapkan. Anda akan menjadi akuntan yang kompeten dan profesional ” pungkasnya (*)

banner 300250

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *