Desa Pluneng Gelar Tradisi Syukur Banyu Atas Melimpahnya Sumber Air Di Desanya

Desa Pluneng Gelar Tradisi Syukur Banyu Atas Melimpahnya Sumber Air Di Desanya
Loading...

Klaten – Berlangsungnya musim kemarau panjang yang terjadi menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan. Berbeda dengan Desa Pluneng Kecamatan Kebon Arum Kabupaten Klaten yang tidak pernah mengalami kekeringan selama berlangsungnya musim kemarau. Bersamaan dengan hal tersebut, Warga Desa Pluneng selalu menggelar acara Tradisi Syukur Banyu yang digelar setiap tahun.

Tradisi tahunan ini digelar oleh warga sebagai wujud syukur atas melimpahnya air di Desa tersebut. Tradisi diawali dengan Kirab Gunungan dari hasil bumi, sayur mayur serta jajanan pasar. Gunungan tersebut kemudian diarak keliling Desa. Kegiatan dipusatkan di Sumber Air Tirto Mulyono dan kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan ke 6 kali. Acara semakin meriah dengan adanya iringan musik serta tarian yang dinamakan ciblon.

Di Desa Pluneng terdapat 4 mata air yang dapat mencukupi kebutuhan air para warganya. Tradisi ini kemudian mengundang perhatian dari Pemerintah. Pemerintah kemudian mengucurkan dana sebesar 2 Milyar untuk membangun tempat ini menjadi salah satu obyek wisata yang dapat menarik minat wisatawan. “Hari ini kita mengadakan kirab gunungan yang ke 6 sebagai rasa syukur kita dengan adanya air yang melimpah disaat musim kemarau seperti ini.” jelas Wahyudi selaku Kepala Desa Pluneng.

Sutopo selaku Camat Kebon Arum mengatakan bahwa ia sangat mendukung adanya Tradisi Syukur Banyu oleh warga ini. Syukur Banyu yang ke 6 ini tidak hanya didukung dari Pemerintah Kecamatan namun juga didukung dari Pemerintah Kabupaten. #haryanto

banner 300250

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *