Sistem Pendidikan Di Indonesia Pada Umumnya Terjebak Pada Produk Anakdidik Yang Berorientasi Pada Bidang Atministratif

Nur Biantoro

Alumni Hubungan Internasional UGM Jogjakarta

Sistem Pendidikan Di Indonesia Pada Umumnya Terjebak Pada Produk Anakdidik Yang Berorientasi Pada Bidang Atministratif

            Perkembangan pendidikan di indonesia diharapkan maju dan berkembang seiring tuntutan jaman , jangan sampai tertinggal jauh dari negara negara lain. Banyak hal yang harus kita benahi molai dari sistem pembelajaran teori maupun praktek-praktek nya .Hal lain yang cukup siknifikan mendapatkan perhatian serius adalah kurikulum yang notaben nya dari tahun ketahun selalu ganti,indetik atau pameo setiap ganti mentri selalu ganti kurikulum.Kita harus berfokus pada masing masing komitmen pendidikan sesuai jalur nya hendak lah sistem pariwisata digarap sesuai kurikulum yang ada atau masalah penerbangan,masalah pertania, masalah otomotif,digarap dengan memperhatikan sesuwai kebutuhan pasar sehingga anak anak yang sedang belajar di bidang tersebut memiliki keseriusan dan termotifasi oleh harapan kerja yang notabennya masadepan cerah .

Dalam menyambut hardiknas 2 mei 2018 ini seorang pengamat pendidikan yang pernah menduduki beberapa posisi penting atau jabatan baik di lembaga legeslatif maupun lembaga pendidikan yaitu Nurbiantoro ini turut seta memberikan komentar arti penting memaknai hardiknas .Seperti apa pendapat nya tentang hardiknas,Nurbiantoro yang pernah menjabat sebagai ketu  yayasan karya darma pancasila surakarta,mantan anggota DPRD komisi D kabupaten Boyolali ,ketua KAGAMA  kabupaten Boyolali 2,mantan direktur galeri bursa STIE AUB Surakarta, dan sekarang masih menjabat sebagai bendahara YKDP sukarata dan PJ Wakil direktur Aakademi Teknologi AUB Surakarta ini mengaku sangat peduli  dengan dunia pendidikan mengapa demikian ,karena pendidikan itu menurut nya modal dasar bagi seseorang dalam mencapai kariernya, ibarat banguna rumah atau gedung pendidikan itu sebagai pondasi .Kuat dan tidak nya seseorang utamanya dalam pencapaian cita cita  biasa nya dilihat dulu apa pendidikan nya,kemudian disusul sejauh mana kekuatan iman nya, dan seperti apa pengalaman hidup nya. “ saya bangga dengan anak saya bernama bintang yang saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negri Gajah mada Jogjakarta ”,dan juga berperinsip bahwa pendidikan itu penting dan harus sifat nya saya sebagai orang tua berusaha semaksimal mungkin agar anak saya ini nantinya bisah sukses dalam menitih karirnya ,ujarnya .

Kemudian dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional 2018 saya selaku peribadi maupun kaitan nya dengan perkerjaan mengapresiasi apa yang di canangkan oleh presiden jokowi tentang bagaimana kita berusaha menaikan kualitas pendidikan di indonesia karena dalam kenyataan nya meskipun kita merdeka sejak 17 agustus 1945 kualitas pendidikan di indonesia outcame nya itu lebih rendah daripada negara-negara tetangga kita baik itu Singapura,Malesia,Tahiland,Filipina dan sebagai,nya, jadi kita hanya .berada di peringkat menengah kebawah bukan menengah ke atas di lingkungan ASEAN . Mengapa demikian karena sistim pendidikan kita menurut saya lebih kepada outcome menjadikan lulusan anak didik maupun mahasiswa itu lebih ke teoritis atau ke bidang bidang sifat nya yang  atministratif.Sehingga untuk aplikasi nya yang sekarang dikatakan pendidikan kaitan nya kompetensi itu masih jauh .kita harus berusaha bagaimana mengupanyakan antara jumlah lulusan dengan jumlah kebutuhan kerja itu bisah seimbang atau mungkin justru kesempatan kerja itu lebih ting daripada jumlah lulusan sehingga peluang kerja itu tinggi dan tidak banyak pengangguran di tengah masyarakat .

Nurbiantoro katakan  bahwa perguruan tinggi atau lembaga pendidikan outcome nya harus bisah menyatu dengan kebutuhan masyarakat  atau lapangan pekerjaan tetapi kenyataan nya ini bisah kita lihat bahwa di indonesia banyak perguruan tinggi yang mempunyai falkutas pertanian tetapi kenyataan nya tehnogogi pertanian peroduk-peroduk pertanian sekarang di bandingkan dengan kebutuhan penduduk indonesia kita masih jauh dari mencukupi sehingga sering kali timbul permasalahan atara kekurangan pangan dan inpor. Ini lah yang sekarang menjadi keprihatinan kita bersama kususnya oleh presiden repoblik indonesia .oleh karena itu bagai mana sekarang ini dan akan datang pendidikan bisah di formulasikan  untuk mengatasi permasalah permasalah an akan ketertinggalan kita baik dalam berbagai macam bidang teknologi ya itu baik pertanian,rekayasa kontruksi dan sebagainya.(Ris/R)

0Shares

Related posts

Leave a Comment