Ojek Online sebagai Mata Pencaharian Masyarakat Indonesia

Solo – Ojek Online kini kian marak didengar oleh masyarakat Indonesia. Setiap provinsi di Indonesia telah dipenuhi oleh pekerjaan ini. Pekerjaan yang sangat simple dan tidak memakan  banyak waktu. Ojek online merupakan mata pencaharian masyarakat khususnya kota Solo. Salah satu pekerjaan dibidang jasa yanh bisa membantu mengantar orang, makanan, barang, obat, belanjaan dan lain sebagainya.Dengan harga yang sangat terjangkau.

Selain itu gojek merupakan pekerjaan yang tidak mengenal waktu atau dapat dikerjakan kapan pun. Dengan demikian bisa memberi ruang untuk oranh yang membutuhkan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan tuntutan waktu. Dengan penghasilan kurang lebih Rp.150.000 per-hari, ojek online banyak diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya Surakarta. Hal ini dikarenakan sangat membantu masyarakat khususnya dibidang transportasi. Dilihat dari keadaan sekarang masyarakat membutuhkan transportasi yang bisa digunakan setiap saat. Apa lagi dengan adanya aplikasi ojek online masyarakat juga bisa membeli kebutuhan tanpa harus keluar dari rumah. Sedangkan untuk pangkalan-pangkalan ojek khususnya kota Surakarta tersebar luas di seluruh daerah kota ini. Contohnya selatan bank mayapada, barat hotel alana, barat matahari singosaren, depan solo technopark, sekitar rumah makan tertentu dan lain sebagainya.

Untuk sistem komunikasi dengan costumer. Driver ojek online hanya cukup dengan menelfon atau sms. Menanyakan posisi, pesanan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan apa yang diinginkan oleh costumer. Sedangkan komunikasi untuk sesama e ojek online terbagi menjadi beberapa grup karena jumlah driver sudah lebih dari 3000 driver. Maka PT. GOJEK membuat grup dari whatsapp dibagi menjadi beberapa grup brdasarkan alphabet. Satu grup berisikan 200-250 orang. Sampai saat ini grup gojek yang ada di Surakarta sudah sampai grup P. #Mustafid

  • Share on Tumblr

Related posts

Leave a Comment