Berjualan Terompet di Akhir Tahun Untuk Menyambut Tahun Baru

Solo – Tidak asing bagi masyarakat indonesia, apabila mendengar kata tahun baru dipenghujung tahun, yang terkenal dengan berbagai acara musik, parodi, pesta kembang api/ petasan. Namun pada kesempatan kali ini kita akan mengajak kalian mengenal lebih jauh mengenai penjual terompet yang sering kita temui disetiap pinggir jalan
Agus(40), lelaki asal sragen, jawa tengah, yang tampak duduk di emperan toko dengan menundukkan kepala serta hanya memandangi kepadatan lalu lintas di jalan letjend sutoyo, surakarta
Beliau yang menjual terompet sejak berusia 16 tahun demi mendapatkan pundi-pundi rupiah di lingkup solo -karanganyar melalui hasil karya nya dan bantuan keluarga tercintanya dalam membuat terompet yang bukan seberapa harganya.
Beliau memasarkan terompet dari pagi hari hingga malam yang tidak terbayar oleh keuntungan seberapa yang didapatnya sebagai pekerjaan sampingan
“Sempat terjaring oleh polisi pada kasus beredarnya sampul al-quran untuk pembuatan terompet, oleh karna itu saya berhenti untuk memasok barang dari industri lain dan mulai membuat terompet sendiri” celetuk bapak agus
#there

0Shares

Related posts

Leave a Comment