Kampanye Stop Bullying SMP Muhammadiyah PK SKA

Surakarta – Kampanyekan anti bully kepada siswa dilakukan SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dalam Seminar Parenting bertajuk Be a Buddy Not a Bully di Ball Room Sidoluhur Hotel Aston Solo pada Sabtu (14/10/2017). Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 60 siswa kelas 8 beserta orang tua.

Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Aryanto menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakan seminar tersebut adalah memberikan pengertian, pengarahan, dan ajakan kepada para siswa untuk mengatakan stop bullying. Acara ini pula terselenggara atas kerja sama sekolah dengan Paguyuban Orang Tua Siswa Kelas 8.

“Seminar ini penting bagi siswa karena dalam seminar yang bertema Be a Buddy Not a Bully para siswa diajak berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang bullying dalam keseharian. Mereka juga diajak membangun kerangka berpikir positif dalam pergaulan bersama teman, saudara, dan masyarakat,” jelas Aryanto kepada wartawan di sela-sela acara.
Enam puluh siswa kelas 8 mengikuti serangkaian kegiatan seminar parenting dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Acara berupa game-game seru dan penuh motivasi, diskusi dan sharing pengalaman, hipnotherapi, membaca surat bersama orang tua, membuat poster sebagai kesepakatan bersama untuk stop bullying. Pembicara Seminar Parenting pada hari itu adalah ReFrame Positive Jakarta antara lain, Rully Mujahid NF (Mind Architect), Ira Savira, Adhe Zamzam Prasasti.

Rully Mujahid mengawali pembicaraan dengan memaparkan peristiwa bully terjadi di sekolah dan di luar sekolah. Kisaran persen angka baik jumlah korban dan pelaku cukup banyak.

“Bullying merupakan perilaku agresif, negatif, dan tidak diinginkan dan terjadi berulang ulang” jelas Rully Mujahid kepada siswa.

Ia menambahkan perilaku memukul, mendorong, menampar, dan sebagainya termasuk bully fisik. Ada pula bully sosial seperti mengadu domba, menyebar gosip negatif. Bully verbal seperti memanggil orang dengan panggilan buruk. Bahkan ada pula cyber bullying seperti membuat status negatif seperti menfitnah, dan lain-lain. Akibatnya banyak murid membolos dan pindah sekolah untuk menghindari perilaku bully.

Pada sesi akhir para siswa diajak untuk membuat aturan kelas (Class Rules) yakni work as a team, be responsible, listen to other, be respectful to everyone, be kind of helpfull, and do your the best. Para siswa melanjutkan dengan membuat poster secara kelompok bertema Stop Bully.

  • Share on Tumblr

Related posts

Leave a Comment