Tungguk Tembakau Di Lereng Merapi dan Merbabu

Boyolali – Sedikitnya 2 ribu petani tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Boyolali hari ini menggelar ritual Tungguk Tembakau yang dilaksanakan di lereng merbabu Desa Senden Kecamatan Selo Boyolali. Ritual Tunggu Tembakau dilalukan untuk menyambut masa panen tembakau secara massal yang sebentar lagi dilakukan oleh para petani. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, diantaranya menggelar pentas berbagai seni dari lereng merapi dan merbabu, menggelar berbagai demonstrasi proses tembakau saat di petik hingga masuk dalam keranjang dan siap dijual. Dan puncak ritual digelar hari ini, dimana ribuan petani mengarak tumpeng berbentuk gunung yang terbuat dari nasi jagung dan daun tembakau serta berbagai makanan dari hasil bumi. Arak-arakan petani itu dimulai dari salah satu makam yang ada dipuncak bukit lereng Merapi ditempat itu ada penjuru makam secara simbolis menyerahkan daun tembakau kepada perwakilan petani kemudian dilanjutkan doa bersama dilanjutkan makan bersama ditempat itu. Usai dari makam  berjalan kaki lebih dari 2 Km menuju titik akhir di Dukuh Brajan untuk dibawa dipanggung utama.

Panitia Tungguk tembakau Dwi Kristianto mengatakan masyarakat petani tembakau utamanya di Lereng Merapi dan Merbabu tergantung pada komunitas tembakau, sehingga ritual digelar agar komoditi tembakau ini memiliki posisi tawar dengan pemerintah dan pengusaha sehingga petani tembakau tidak dirugikan. Puncak Ritual Tungguk Tembakau ini mendapatkan dukungan seluruh warga di Lereng Merapi dan Merbabu di Kecamatan Selo. Dimana ribuan warga turut di sepanjang jalan yang dilewati kirap ritual ini untuk memberikan dukungan. Jalannya ritual ini mendapat pengamanan dari TNI dan Polisi di empat wilayah Lereng Merapi dan Merbabu yakni Selo, Cepogo, Musuk dan Ampel. Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Forum Komunikasi Pimpinan daerah Kabupaten Boyolali. #Haryanto

  • Share on Tumblr

Related posts

Leave a Comment